Monday, September 29, 2008

Laskar Pelangi


Yes, akhirnya ada juga film Indonesia yang bisa dibanggakan!! Setelah penantian panjang para sineas dan penggemar film Indonesia bertahun-tahun lamanya, khususnya penggemar novel sejudul oleh Andrea Hirata. Sebuah kisah sejati dan nyata perjuangan anak-anak tidak mampu di Belitung tahun 1979, namun mereka memiliki cita-cita setinggi langit. Memang tidak semua cerita terdengar indah, tapi Ikal, personifikasi dari Andrea Hirata sendiri, berhasil mewujudkan impian teman-temannya yang lain, terutama Lintang, yang terpintar dan termalang, untuk menjadi orang yang sukses. Ceritanya sederhana, namun menyentuh dan patut ditonton semua WNI. Banyak pesan moral yang dapat diambil dari kisah ini. Pantas saja, tiket pra-premier LP terjual lebih dari 1.700 tiket di Blitz Megaplex, dan juga masuk di hampir seluruh bioskop terbaik (XXI) di Jakarta. Di Gading XXI dan Platinum XXI sebagai contoh, LP diputar hingga 2 studio! Sebuah catatan yang patut dibanggakan.

LP muncul di tengah-tengah amukan film Indonesia yang kualitasnya terbilang sangat kurang, tema yang menjemukan, dan tentu saja membosankan. Tidak sedikit film horor yang terkesan lucu dan film komedi yang terkesan jayus (sok lucu padahal gak lucu). Tidak usah disebutkan filmnya, cek saja di Kompas atau langsung di www.21cineplex.com misalnya. Huihh.. Please deh.. Cape deh kitee..

Justru film seperti inilah yang harus ditonton oleh Pak SBY, Jusuf Kalla, dan seluruh menteri-menterinya. Di samping isi dari film ini yang merupakan refleksi dari sistem pendidikan kita saat ini, LP juga bisa menjadi motivator bagi sineas lainnya untuk berkarya lebih baik lagi. Saya yakin dan percaya, banyak anak seperti Lintang, jenius secara otak, namun tidak jenius secara kantong, alias miskin abis. Anak-anak seperti inilah yang justru harus diangkat oleh negara. Jangan hanya menangis untuk film drama percintaan bertema poligami saja, Pak, tapi menangislah untuk anak-anak bangsa yang jelas butuh bantuan darurat. Yup, seperti pesan di ending film LP, setiap orang berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Singkat kata dan akhir kata, saya sangat terharu dan bangga pada Riri Riza dan juga Andrea Hirata, si Ikal, untuk kisah sejatinya. Dan untuk semua bloggers, jangan lupa menonton LP, karena dari sinilah imej film Indonesia bisa diperbaiki. Ayo Bapak-bapak pemerintah, jangan mau kalah sama Pak Hamengkubuwono yang sudah nonton 2 kali!!

Sunday, September 28, 2008

It's Nice to be Happy!!

Semua orang di dunia ini pasti berusaha keras untuk mendapatkan kebahagiaan. Di sini bukanlah uang banyak yang dimaksud, karena uang adalah alat manusia untuk melakukan segala perkara, kecuali mendapatkan kebahagiaan. Uang memang salah satu faktor pendukung kebahagiaan, namun uang bukanlah faktor utama dan bukan satu-satunya.

Bukannya menjadi orang yang munafik yang sok tidak butuh uang, namun yakinkah kita bahwa 100 orang terkaya di dunia ini juga menjadi 100 orang yang paling berbahagia di muka bumi ini? Atau sebutlah 10 selebritis favorit yang menurut kita sangat populer, yakinkah bahwa mereka juga bahagia? Salah satu bintang Hollywood yang sedang naik daun, Shia LaBeouf (Transformers, Indiana Jones 4, Eagle Eye), pernah menyatakan pada pers bahwa cita-citanya di masa mendatang adalah menjadi orang biasa-biasa saja seperti saya dan anda. (?!?). Manusia memang tidak pernah puas, bukan??

Saya memang bukan orang yang paling kaya se-Jakarta Barat. Bukan juga seorang selebritis terkenal atau anak pejabat yang memiliki banyak fans dan pendukung. Saya bukan mahasiswa terbaik di kampus atau pelayan teladan di gereja, dan saya pun bukan anak emas siapa-siapa. Namun, satu hal yang saya bisa pastikan, saya termasuk orang yang bahagia. Mengapa bahagia dan selalu tampil ceria di hadapan semua orang? Ini bukan suatu paksaan karena saya ingin selalu terlihat 'prima' setiap kali bertemu orang lain, atau topeng agar senyum dan tawa itu dapat menutupi seluruh permasalahan yang ada. Masalah pasti ada, namun bagaimana kita menyikapinya.

Masalah selalu datang dan pergi. Dan saya bukanlah orang yang hidup tanpa banyak masalah. Namun di balik itu, saya berusaha untuk selalu bersyukur atas segala hal yang terjadi dalam hidup ini. Saya punya keluarga yang terikat dalam kasih dan kami selalu kompak, walaupun sering terjadi cekcok antar anggota keluarga. At least mereka masih lengkap, dan cekcok ini hanyalah kerikil tajam dalam perjalanan hidup. Memiliki 2 nenek dari ayah dan ibu bagi sebagian orang merupakan suatu "musibah" besar dalam rumah tangga. Saya berani bertaruh, di antara 1000 rumah yang ditunjuk secara acak di Jakarta, belum tentu ada 1 rumah yang punya 2 besan. Namun, saya bersyukur masih bisa dipercayakan 2 nenek, dengan posisi saya sebagai cucu. Saya juga punya teman-teman yang luar biasa, saling mendukung dan saling mengerti, serta selalu kompak tentunya, di sekolah, kampus, maupun gereja. Jarang terjadi cekcok di antara kami. Saya juga tidak lupa bersyukur punya Tuhan Yesus yang luar biasa. Masih banyak alasan kita untuk bersyukur. Bercerminlah dan renungkan hal ini!

Hal lain yang membuat saya bisa terus bahagia adalah, positive thinking. Kata majemuk ini bukanlah mantera apa-apa. Ini hanyalah sikap kita, pola pikir kita, persepsi kita dalam menyikapi masalah. Setiap masalah yang diijinkan terjadi tidak mungkin melebihi kemampuan kita. Terkadang kita yang kurang berusaha keras dan cenderung 'manja'. Setiap masalah juga pasti punya makna di balik semuanya. Dari sini pula kita belajar untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Dengan adanya positive thinking ini, pasti jarang terjadi percekcokan, salah paham, atau apapun juga. Hati pun akan selalu damai dan tenteram. Otomatis ada juga yang namanya kebahagiaan atau sukacita. Lain halnya dengan negative thinking. Istilahnya, orang ingin berbuat baik saja dianggap ada maunya, dll. Orang seperti ini pasti sulit bergaul dan sulit bekerja sama dengan orang lain. Seberat apapun hidup ini, percayalah, kita bukan yang terburuk. Masih banyak orang di luar sana yang lebih perlu bantuan. Kadang malah mereka yang lebih susah dari kita yang lebih bisa membantu orang lain yang lebih kesusahan, dibanding kita.

Sulit memang untuk selalu berpikir positif. Saya pun merasakan hal yang sama. Kita sangat mudah menghakimi orang lain dari penampilannya, wajahnya, ataupun hal lain. Kita juga mudah jatuh dan sulit bangun jika terkena masalah. Pernahkah kita sampai bingung melihat orang yang secara ekonomi sangat lemah, dan tidak lupa selalu diterpa masalah, tapi justru mereka selalu terlihat berbahagia? Mungkin mereka adalah salah satu dari sedikit orang yang menikmati indah dan seni kehidupan ini. Kita juga sering kecewa dengan keadaan kita, yang paling sederhana adalah, kita merasa jelek secara fisik, merasa bodoh, sehingga kita makin rendah diri. Bagus tidak sampai bunuh diri. Saya banyak belajar dari Hee Ah Lee, pianis wanita berjari 4 dari Korea, yang tertolak sejak bayi. Hanya ibunya yang bersyukur atas anak ini. Otaknya tidak bisa dibilang cerdas, karena di usia di mana anak lain sudah bisa membaca dan menulis, dia belum bisa berbicara lancar. Sebagian orang mungkin menganggap sudah takdirnya ia menjadi pianis terkenal saat ini, namun saya katakan ini lebih ke sikap positif ibunya dan kerja keras dari Hee Ah Lee sendiri. Tuhan sudah mengijinkan ia lahir ke dunia ini, dan mereka berdua melakukan yang terbaik. Jadilah Hee Ah Lee yang sekarang, bukan dia yang masih bayi dan tertolak oleh seluruh keluarganya saat itu. So, it's all about mainset and struggle, isn't it?

Satu hal yang saya yakini, sebagian takdir memang di tangan yang Maha Kuasa, namun sebagian lagi merupakan keputusan kita, termasuk keputusan untuk menjadi orang yang bahagia. Lakukan saja yang terbaik yang bisa kita lakukan dalam menghadapi hidup ini. Tuhan cukup adil kok dalam melihat perjuangan kita dan tentunya memberikan jalan keluar. Apalah yang dicari manusia di dunia ini? Bukankah kebahagiaan? Sangat menyenangkan bisa menjadi orang yang bahagia, tentunya! Juga jika kita bisa selalu berpikir positif. Akhir kata, jadilah orang yang bahagia saat ini juga. Tidak sulit kok! ^^

Salam bahagia dan sampaikan salam bahagia ini kepada semua orang!

Monday, September 22, 2008

Keselamatan yang Abadi

Tidak sedikit orang bertanya-tanya, sebenarnya ada atau tidak seh surga dan neraka? Apa ada yang namanya "kehidupan setelah kematian"? Bagaimana dengan reinkarnasi? Bagaimana caranya untuk masuk surga?
Saya rindu membagikan sedikit kepada para bloggers, sesuatu yang saya anggap sebagai kebenaran, dengan sesederhana mungkin. Ada pepatah "Banyak jalan menuju Roma", dan saya setuju-setuju saja, namun saya berpendapat bahwa "HANYA ADA SATU JALAN MENUJU SURGA".

Mengapa hal ini menjadi begitu penting? Karena tidak ada seorangpun yang tahu kapan hari terakhirnya, atau kapan hari kiamat tiba. Ini akan tetap menjadi misteri hingga kiamat atau kematian benar-benar menghampiri. Bukan bermaksud menakut-nakuti, tapi kita semua setuju bahwa semua manusia akan mati, bukan? Apa yang harus dipikirkan bukanlah bagaimana menghindari kematian, namun bagaimana menghadapinya??

Saya tidak bermaksud untuk menyinggung agama atau kepercayaan manapun. Dan saya tidak berbicara atas nama agama apapun. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa agama adalah murni ciptaan manusia. Agama sendiri memiliki definisi sebagai sikap manusia yang sepenuhnya sadar akan adanya kekuatan yang melebihi dirinya, yaitu apa yang kita sebut dengan "Tuhan". Tuhan yang mana yang benar? Ini pula yang mengilhami para kreasionis, yaitu mereka yang menentang kaum evolusionis, bahwa terlalu banyak dan rumit segala dunia dan isinya ini, dan hanya bisa diciptakan secara instan oleh Tuhan sendiri, bukan penjelasan kimiawi maupun fisik yang terlalu banyak cela. Namun saya tidak berniat membahas tentang evolusi. Satu hal yang pasti adalah, agama hanyalah wadah bagi orang beriman, bukan cara masuk surga. Yang terpenting bukanlah wadahnya, tapi siapa yang ada di baliknya??

Ada dasar yang akan saya pakai, yaitu buku yang paling luar biasa, yang dibuat ribuan tahun lalu, namun isinya adalah nubuatan nyata untuk ribuan tahun setelahnya, termasuk hari ini. Isi dari buku ini begitu valid dan silahkan anda membacanya sendiri. Saya jamin anda tidak akan menemukan buku serupa. Alkitab.

Semua manusia pasti berdosa. Hal ini tidak lagi bisa dipungkiri. Sebagian orang mungkin mengenal dan mengakui adanya manusia pertama yang berdosa, yaitu Pak Adam dan Ibu Hawa. Dan benarlah adanya mereka.
"Sebab upah dosa ialah maut.." -Roma 6:23-

Ketika manusia itu berdosa, maka ia harus membayar dengan nyawanya sebagai ganti dosanya. Maut di sini bukanlah berarti secara denotasi, tapi lebih ke "maut abadi", yaitu api neraka. Namun, ada seseorang yang sudah membayar dosa semua umat manusia, sehingga kita tidak lagi harus menanggung dosa yang kita telah buat. Namanya Yesus. Dia dan HANYA Dia yang telah mati dan bangkit untuk kita semua, 2000 tahun yang lalu.

Lalu, apa yang harus kita bayar untuk mengganti nyawa Yesus? Tidak ada. Sebab Dia adalah Anak Allah yang turun ke atas dunia. Dan misi utamanya sudah dilakukan dengan sukses. Apa yang kita harus lakukan, sangatlah sederhana, PERCAYA SAJA!!
Yesus dan hanya Yesus yang berani menyatakan dirinya sebagai Tuhan.

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" -Yohanes 14:6-

"Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup" -1 Korintus 8:6-

"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati yang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan" -Roma 10:9-

"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" -Kisah Para Rasul 4:12-

Percaya Yesus dan ikuti segala perintah-Nya, maka kita akan selamat. Lalu apakah kita harus menjadi orang suci? Tanpa dosa? Bagaimana bisa?? Manusia tidak bisa tidak berdosa, dan hanya karena kasih karunia Tuhan-lah kita bisa diselamatkan.

"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus" -Roma 3:23-24-

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu : jangan ada orang yang memegahkan diri." -Efesus 2:8-9-

Lalu bagaimana dengan orang yang baik, yang melakukan seluruh kebaikan di dunia ini, namun tidak pernah mengenal yang namanya Yesus? Apakah ia akan selamat? Ingat lagi bahwa semua orang telah berdosa, dan lagi-lagi hanya Yesus yang dapat menyelamatkannya.
Sekali lagi, tidak ada satupun manusia di dunia ini yang bisa hidup tanpa dosa.

Mengapa harus takut tidak selamat? Apa ada kesempatan kedua bagi setiap manusia untuk memperbaiki kesalahan-kesalahannya setelah dia mati? Saya pun berharap bisa begitu, tapi sayangnya tidak.

"Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi" -Ibrani 9:27-

Ayat ini menjawab keraguan kita akan ada tidaknya reinkarnasi, atau hidup dan mati untuk kedua kalinya. Hanya inilah kesempatan kita hidup sesuai dengan Firman-Nya. Setelah mati, tidak ada kesempatan untuk bertobat, disucikan terlebih dahulu, atau apapun sebutannya.

"Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali" -Ayub 7:9-

"Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap. Baik kasih mereka, kebencian mereka dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari." -Pengkhotbah 9:5-6-

Juga bagi mereka yang tahu kisah Lazarus dan orang kaya di Lukas 16:19-31, ayat-ayat ini menguatkan kita bahwa tidak ada yang bisa berkomunikasi dengan arwah orang mati. Tidak ada lagi arwah nenek moyang kita yang bisa datang lewat mimpi atau penglihatan apapun. Dunia orang hidup dan mati tidak dapat diseberangi. Lalu jika yang terjadi sebaliknya, bahwa ternyata ada orang yang dapat berkomunikasi dengan arwah, nenek moyang misalnya, pertanyaan yang muncul adalah ,"siapa arwah tersebut?? apa benar-benar arwah nenek moyang kita?". Sekalian pula bagi mereka yang bertanya-tanya, apa orang yang mati dan berdosa, jika didoakan oleh sanak saudaranya, dosanya akan dihapuskan? Apa gunanya mendoakan orang mati, ataupun berdoa pada orang mati?? Silahkan anda jawab sendiri pertanyaan-pertanyaan di atas.
Mungkin di lain waktu akan saya bahas lebih dalam mengenai hal ini.

Itu hanya penjelasan singkat dari saya. Saya tidak bermaksud untuk mendoktrinasi siapapun, karena KEPUTUSAN TETAP DI TANGAN MASING-MASING. Syukur jika bisa diterima. Tidak ada pemaksaan kepada siapa atau apa saya harus percaya. Tuhan kita demokratis, Ia selalu memberikan pilihan kepada kita. Semua ini saya lakukan karena saya rindu semua orang bisa kenal dan percaya pada Tuhan Yesus. Tidak ada ruginya, malah banyak untungnya. Mohon maaf jika ada kesalahan berbicara atau mengetik.

God Bless You

"PADA MULANYA ADALAH FIRMAN; FIRMAN ITU BERSAMA-SAMA DENGAN ALLAH DAN FIRMAN ITU ALLAH." -Yohanes 1:1-

Friday, September 19, 2008

Tragedi Spion

Ini adalah salah satu pengalaman hidup gw yang paling seru, sekaligus mengerikan dan mengesalkan. Terjadi kira-kira beberapa bulan yang lalu dan baru sempat di-posting sekarang.

Seperti biasa pagi itu jam 9an gw dan sahabat gw Perpi akan pergi ke kampus IBII tercinta dengan menggunakan motor Supra X gw yang legendaris. Rute biasa yang gw lewati adalah Grogol - Roxy - Gajah Mada - Pasar Baru - Gn.Sahari - Kemayoran - Sunter. Beberapa di antaranya adalah titik-titik termacet di Jakarta. Memang gw ini 'terkenal' dengan gaya mengendarai motor yang rada mepet binti tipis. Ceritanya gw baru nyampe depan Trisakti dan berniat naik fly over Roxy. Dengan kecepatan yang cukup standar, yaitu 60-70 km/jam, gw siap naik dan tentunya rada narik karena beban yang diangkat berat. Tiba-tiba, ada angkit non-resmi (atau biasa disebut kol) berhenti mendadak tepat di depan gw dan di tengah jalan untuk ngangkut penumpang, di mana banyak motor berada. Sialnya, gw yang kena. Sebelum nabrak pun gw udah merasa pasti gag keburu ngerem. Dan, brakkk!!!!!!

Akhirnya gw menabrak tuh angkot ampe frontboard ban depan gw baret kayak abis ditato ama cinko (kayak abis dicakar naga biru). Gw memang kesel abis ama tuh angkot, dan cuma getok2 body belakangnya, dan tidak bermaksud untuk ngapa2in si supir gelo ini. Ketika gw melewati nih angkot yang notabene masih ngangkut penumpang, tiba-tiba dengan hebatnya Perpi memukul kaca spion kanan tuh angkot sampe pecah berkeping-keping. Saat itu juga gw kaget setengah mati coz memang gak direncanakan sebelumnya. Kontan gw langsung narik kenceng (percuma, ga ngaruh2 amat nih supra), untuk kabur. Tidak usah diragukan lagi, nih supir pastilah langsung ngejar.

Terjadilah adegan film action yang tidak pernah diproduksi oleh Indonesia, antara Supra X dan si angkot. Tuh supir udah keliatan marah abis. Beberapa kali di atas fly over, gw merasa udah kayak mau disapu aja trus mental ke bawah. Ngerasa fly over punya kita, dengan gaya salip menyalip ala pelm Sarang Kuntilanak, eh, maksudnya The Matrix gtu deh.. Seperti biasa, di depan Roxy Mas sepenurunan fly over, lalu lintas agak padat. Logisnya seh, ini kemudahan buat gw, tapi apa boleh buat, tuh angkot dapet aja terus membuntuti kita. Tangan Perpi udah berlumuran darah dan meper2 ke jaket putih gw. Gw ampe gemetaran saat itu. Serasa mau mati aja ditabrak supir gila. Ketika gw merasa udah gak dibuntuti lagi, nah agak santai dah tuh.

Tiba-tiba dari samping kiri gw, muncul si angkot. Supir itu sempet menyikut kaca helm Perpi ampe pecah juga. Untung aja ga kena muka or mata. Buset dah, saat itu juga gw tancap gas lagi. Rasanya gw bisa aja menabrak semua orang yang ada di depan gw, termasuk ada tukang sapu di depan Apotek Roxy deket Dunkin Donuts. Duh, mengerikan sekali. Rasanya horror abis. Si angkot melintas lewat jalan bus way ketika udah sampe sekitar depan Sekolah Tarsisius 1 apa 2 tuh gw lupa. Gw berhenti dulu di pinggir jalan, dan memastikan si angkot udah di depan. Kita tarik napas sebentar dan Perpi mencuci tangannya. Dari kejauhan gw liat si angkot juga berhenti dan sepertinya menurunkan sebagian penumpangnya. Saat itu gw merasa siap untuk berantem kalo2 emang disamperin ama tuh supir.

Setelah beberapa saat menanti dan melihat si angkot udah jalan, gw memutuskan untuk jalan lagi, dengan asumsi gw akan buru2 kabur pas tikungan. Toh gw yakin rute si angkot pasti beda. Yang gw rasa seh saat itu dia niat abis buat ngejar gw. Sempet seh Perpi suruh gw nikung pas di Dunkin Donuts tapi gw bener2 ga konsen saat itu. Bener aja, pas tikungan si angkot masih nungguin gw gitu. Hokinya pas gw melintas, matanya kebetulan pas lagi noleh ke belakang. Amanlah gw. Langsung gw puter balik di depan Gajah Mada Plaza untuk menuju ke arah Pasar Baru. Sepanjang jalan menuju Sunter, mata gw selalu ke spion. Takut tuh supir gila masih ngikutin. Sesampainya di kampus, dalam posisi telat, langsung gw bercerita ama temen2 bahwa gw abis adegan pelm action gtu. hehe..

Si perpi udah ketakutan aja pas pulangnya lewat rute yang sama. N gw meyakinkan dia gak bakal ketemu. Kemungkinannya kecil banget. Lagian penting abis kalo dia masih mau ngejar. Well, bisa aja seh.. Perpi seh udah langsung nyesel n gak menyangka tuh spion bakal pecah berkeping-keping. Dia pikir paling cuma mengok aja. Sejak saat itu, gw tidak pernah lupa kejadiannya, titik di mana Perpi beraksi, dan tentu saja bercak darah dia yang masih berbekas di jaket gw. Hebat bener u pi. Kita nih masih aktor amatiran, blm bisa adegan action begitu.. Ampun dah.. Thx to Jesus Christ yang masih mengijinkan gw ber-2 pulang dengan selamat..

IBII oh IBII, Apa Yang Terjadi???

Hari ini seluruh masyarakat IBII mendapat kabar yang kurang mengenakkan. Rumor yang selama ini dianggap sebagai black campaign atopun negative issue menjadi kenyataan. Akreditasi IBII untuk program studi Akuntansi dan Manajemen, well, yang selama ini selalu dianggap sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia untuk kategori swasta maupun negeri, turun dari A menjadi B.

Sebenarnya ini hal yang sungguh di luar dugaan, mengingat IBII selalu melakukan yang terbaik (apparently..) dalam segala aktivitasnya. Well, saya memang tidak tahu seluk beluk dari hal ini, apa saja kategori yang dinilai yang menentukan akreditasi suatu Perguruan Tinggi ataupun Institut oleh Badan Akreditasi Nasional. Apa boleh buat, Surat Keputusan itu sudah turun..

Namun, bagi beberapa mahasiswa, termasuk saya sendiri, sebenarnya akreditas itu tidak terlalu penting. Kriteria saya memilih IBII bukanlah dari akreditasi atau apanya, melainkan dari atmosfernya dan tentu saja, sosok Kwik Kian Gie sebagai sang pemilik IBII. Toh, sejujurnya, akreditas itu tidak menjamin apa-apa, dan saya tetap percaya pada IBII.

Kembali lagi pada sisi psikologis hampir semua orang kepada IBII, terutama mungkin bagi para mahasiswa yang dikenakan biaya yang relatif mahal, dan juga para calon siswa SMA yang akan memilih perguruan tinggi.

Well, tidak banyak yang dapat saya katakan saat ini, karena baru Rabu depan Pak Rektor sendiri yang akan membuka forum terbuka dan menjelaskan segala-galanya pada para mahasiswa. Hal ini tetaplah momok bagi semua stockholders IBII, walaupun secara pribadi saya lebih mengedepankan peluang kerja setelah lulus IBII, yang terbukti sangat menjanjikan, dan juga sistem pengajaran yang saya alami selama 2 tahun ini, dibanding hanya akreditasi semata. Toh katanya, BAN hanyalah salah satu metode akreditasi, disamping metode Sisdikti.

Bagaimana ini Pak Rektor?? Pak Kwik, apa tanggapan anda? Apa yang harus kami katakan kepada mereka yang justru jadi meragukan kualitas IBII?? Tunggu saja berita selanjutnya pekan depan. Don't miss it..!!