Sudah 2 kali Tuhan mengijinkanku untuk mendapatkan beasiswa dari IBII. Memang hal ini bukanlah yang terbesar karena masih banyak yang ada di atasku, namun aku sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini. Kesempatan yang sedikit saja orang yang bisa menikmatinya. Kesempatan yang diidam-idamkan oleh seluruh mahasiswa di IBII dan di seluruh dunia.
Beasiswa yang pertama telah membawaku berjalan-jalan ke Bali bulan Agustus lalu. Aku bersama teman-temanku menikmati liburan yang luar biasa di Pulau Dewata.
Beasiswa yang kedua telah memberiku sebuah PlayStation Portable (PSP) dan juga membantu orangtuaku jalan-jalan ke luar negeri. Jumlahnya mungkin hanya sekian persen dari pengeluaran mereka, namun mereka sangat menghargai pemberianku ini.
Dalam hitungan bulan, aku sudah akan mengikuti UAS semester ganjil dan tentunya mengetahui apabila aku bisa mendapatkan beasiswa yang ketiga secara berturut-turut. Tentu saja aku sangat mengharapkan hal ini terjadi lagi. Buatku, beasiswa ini lebih dari sekadar uang dan penghargaan. Walaupun tak dapat dipungkiri, aku sangat bersyukur atas uang yang bisa dikembalikan untuk kutabung..
Rencana lain? Saat ini belum ada, tapi aku mau belajar untuk menabung dan menikmati hidup, dibanding sekadar boros membeli sesuatu atau berbelanja. Thanks Lord for everything in life. No matter what happens, You will make me love You deeper..
Showing posts with label IBII. Show all posts
Showing posts with label IBII. Show all posts
Monday, January 12, 2009
Wednesday, October 15, 2008
Lagi-Lagi Tentang Akreditasi IBII
Lagi-lagi tentang akreditasi IBII. Well, akhirnya dikonfirmasi bahwa akreditasi IBII telah turun jadi B khususnya untuk jurusan Akuntansi dan Manajemen. Agak menyakitkan memang mendengar dan menyaksikan hal ini terjadi selagi saya sedang asik-asiknya kuliah. Tapi, pertanyaannya, apa akreditasi benar-benar perlu?
Saya ingat pertama kali saya masuk IBII 2 tahun silam. Saya memang waktu itu hanya menemani teman yang mau survey ke IBII, di samping saya juga belum tahu harus kuliah di mana. Memang atmosfer IBII luar biasa, kondusif sekali buat belajar. Fasilitasnya pun cukup lengkap, selain lokasi strategis dan tentu saja pergaulan yang baik. Saya juga lihat nama Kwik Kiang Gie di sana. Well, pada intinya saya tidak tahu menahu akan akreditasi IBII saat itu. Apalagi jurusan yang saya ambil masih tergolong baru dan belum diakreditasi pula, yaitu Ilmu Komunikasi. Well, kenyataannya adalah studio yang kami miliki lebih canggih dari kampus lain yang mungkin malah tidak punya, walaupun terakreditasi A.
Saya berusaha untuk berpikir obyektif, walaupun sebenarnya ada juga kemungkinan kasus suap menyuap di Badan Akreditasi Nasional, suatu hal yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang Kwik Kian Gie. Lebih baik mati daripada korupsi. Idealisme Kwik yang amat tinggi membuat segalanya semakin sulit bagi IBII, tapi tetaplah vokal. Lalu ketika ditanya mengapa akreditasi IBII turun, Kwik dan Rektor Titus Tjandra menjelaskan bahwa banyak sekali drop-out yang terjadi selama 5 tahun terakhir ini. Well, dikarenakan standar pembelajaran IBII yang tinggi. Alasan lainnya tidak terlalu dijelaskan.
Kini, jika ada anak SMA yang bertanya tentang kasus ini, saya sebagai salah satu presenter IBII menjawab dengan kepala tegak. Sebenarnya sehabis kuliah mau ngapain sih? Kerja bukan? Statistik menyatakan bahwa 97% lulusan IBII DITERIMA DI DUNIA KERJA setelah lulus kuliah. Satu angka yang tidak mudah bagi universitas sekalibernya. Kalau sudah melihat hal ini, siapa peduli dengan akreditasi IBII??
Akuntansi IBII, yang katanya sudah turun, membuktikan dirinya masih yang TERBAIK di ajang National Accountant Challenge (NAC) 2008 yang diadakan oleh STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara). IBII jadi juara 1. Melebihi tuan rumah atau, maaf sekali, universitas terbaik lain di Indonesia, let's say UI atau STIE Trisakti. Hal ini semakin membuat saya bertanya-tanya akan validitas akreditasi di negara ini. Belum lagi kasus-kasus lain di bidang pendidikan yang membuat nama baik Depdiknas makin tidak jelas. Bukannya mengada-ada, tapi toh ini kenyataan.
Fakta menarik lain adalah pengakuan internasional dari ISO yang masih valid bagi IBII dan juga jalinan kerjasama IT dengan Microsoft Amerika, di mana tidak semua kampus di Indonesia bisa dapatkan. Cek lagi kampus IBII dan bandingkan dengan yang lain tentang hal-hal seperti ini.
So, I don't give a d*mn about what our government said about IBII. All I know is, Astra and other gigantic corporations are looking for hundreds of fresh graduates from IBII. Kampus boleh-boleh saja mewah dan berfasilitas luar biasa serta berharga sangat mahal, tapi kalau lulusan yang diterima di dunia kerja di bawah 80% buat apa? Tidak perlu saya sebutkan nama kampusnya..
Finally, buat insan IBII yang tercinta, always do your best and don't be sorry. Buat anak SMA, saya persilahkan untuk keliling dunia mensurvey banyak kampus (jangan cuma dengar omongan manis staf marketing atau teman) dan pilihlah kampus terbaik untuk kalian belajar dan berorganisasi. Yang terpenting, yang bisa bikin kalian langsung kerja dengan gaji mantap!!!
INFO : www.ibii.ac.id
Saya ingat pertama kali saya masuk IBII 2 tahun silam. Saya memang waktu itu hanya menemani teman yang mau survey ke IBII, di samping saya juga belum tahu harus kuliah di mana. Memang atmosfer IBII luar biasa, kondusif sekali buat belajar. Fasilitasnya pun cukup lengkap, selain lokasi strategis dan tentu saja pergaulan yang baik. Saya juga lihat nama Kwik Kiang Gie di sana. Well, pada intinya saya tidak tahu menahu akan akreditasi IBII saat itu. Apalagi jurusan yang saya ambil masih tergolong baru dan belum diakreditasi pula, yaitu Ilmu Komunikasi. Well, kenyataannya adalah studio yang kami miliki lebih canggih dari kampus lain yang mungkin malah tidak punya, walaupun terakreditasi A.
Saya berusaha untuk berpikir obyektif, walaupun sebenarnya ada juga kemungkinan kasus suap menyuap di Badan Akreditasi Nasional, suatu hal yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang Kwik Kian Gie. Lebih baik mati daripada korupsi. Idealisme Kwik yang amat tinggi membuat segalanya semakin sulit bagi IBII, tapi tetaplah vokal. Lalu ketika ditanya mengapa akreditasi IBII turun, Kwik dan Rektor Titus Tjandra menjelaskan bahwa banyak sekali drop-out yang terjadi selama 5 tahun terakhir ini. Well, dikarenakan standar pembelajaran IBII yang tinggi. Alasan lainnya tidak terlalu dijelaskan.
Kini, jika ada anak SMA yang bertanya tentang kasus ini, saya sebagai salah satu presenter IBII menjawab dengan kepala tegak. Sebenarnya sehabis kuliah mau ngapain sih? Kerja bukan? Statistik menyatakan bahwa 97% lulusan IBII DITERIMA DI DUNIA KERJA setelah lulus kuliah. Satu angka yang tidak mudah bagi universitas sekalibernya. Kalau sudah melihat hal ini, siapa peduli dengan akreditasi IBII??
Akuntansi IBII, yang katanya sudah turun, membuktikan dirinya masih yang TERBAIK di ajang National Accountant Challenge (NAC) 2008 yang diadakan oleh STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara). IBII jadi juara 1. Melebihi tuan rumah atau, maaf sekali, universitas terbaik lain di Indonesia, let's say UI atau STIE Trisakti. Hal ini semakin membuat saya bertanya-tanya akan validitas akreditasi di negara ini. Belum lagi kasus-kasus lain di bidang pendidikan yang membuat nama baik Depdiknas makin tidak jelas. Bukannya mengada-ada, tapi toh ini kenyataan.
Fakta menarik lain adalah pengakuan internasional dari ISO yang masih valid bagi IBII dan juga jalinan kerjasama IT dengan Microsoft Amerika, di mana tidak semua kampus di Indonesia bisa dapatkan. Cek lagi kampus IBII dan bandingkan dengan yang lain tentang hal-hal seperti ini.
So, I don't give a d*mn about what our government said about IBII. All I know is, Astra and other gigantic corporations are looking for hundreds of fresh graduates from IBII. Kampus boleh-boleh saja mewah dan berfasilitas luar biasa serta berharga sangat mahal, tapi kalau lulusan yang diterima di dunia kerja di bawah 80% buat apa? Tidak perlu saya sebutkan nama kampusnya..
Finally, buat insan IBII yang tercinta, always do your best and don't be sorry. Buat anak SMA, saya persilahkan untuk keliling dunia mensurvey banyak kampus (jangan cuma dengar omongan manis staf marketing atau teman) dan pilihlah kampus terbaik untuk kalian belajar dan berorganisasi. Yang terpenting, yang bisa bikin kalian langsung kerja dengan gaji mantap!!!
INFO : www.ibii.ac.id
Tuesday, October 14, 2008
Leadership to be Queen and Qing 2008
Tanggal 7-9 Oktober 2008 kemarin, Teater Bashkom IBII yang di mana gw juga tergabung di dalamnya mengadakan acara LQQ alias Leadership to be Queen n Qing. LQQ adalah acara camping ke Cisadon, Sentul (biasanya), khusus untuk anggota terbarunya yang berniat untuk gabung ke dalam UKM ini. Acara ini mempersiapkan mental setiap anggota barunya agar bisa menjadi pengurus Bashkom di masa depan yang cerdas, tangkas, bersahaja. (apaan coba..)
LQQ kali ini mencapai rekor yang sebelumnya belum pernah diraih oleh UKM Bashkom, yaitu ada 32 junior yang ikut dalam acara LQQ, jumlah yang jauh lebih banyak dari yang biasanya cuma belasan dan tentu saja lebih banyak dari jumlah senior yang menjadi pengayomnya, yaitu cuma 28 orang. Tronton yang dipakai pun sampe 2 biji, bo!! Luar biasa kan?? Ada plus minusnya seh kalo banyak ato sedikit. Yang penting, nikmatin aja yang ada deh, hehe..
Acaranya banyak games dan aktivitas yang melibatkan kebersamaan dan tentu saja membentuk kekompakan. Nilai2 lainnya berupa satu komando, kesabaran, rela berkorban, dan semua judul bab yang ada di buku PPKn anak SD ada semua deh.. Ada juga petualangan seru gtu pake pos jaga, ada yang nyasar pula, bkin orang stres, 2 kelompok yang menorehkan sejarah penting Bashkom, hwakaka.. Tapi yang penting setiap pos ada pesan moralnya, kayak film Disney gtu dhe, hehe..
Hari terakhir ada Talent Show di mana kami semua melihat setiap talenta yang ada di Bashkom, yang lucu, talented, kepo, sampe yang aneh2 pun ada. Drama campur dance yang aneh2 juga ada. Pokoke aneh bin ajaib deh..
Pokoknya acaranya asik abis, harus ikut deh bagi yang mau menikmati suasana dingin di Cisadon. Gw yang aslinya cuma staf perlengkapan juga bisa menjadi kepo n terlihat seperti anak acara, hehehe.. See u in the next Bashkom's project n my next blog..
BASHKOM.... WE ARE ONE, GO!!!
LQQ kali ini mencapai rekor yang sebelumnya belum pernah diraih oleh UKM Bashkom, yaitu ada 32 junior yang ikut dalam acara LQQ, jumlah yang jauh lebih banyak dari yang biasanya cuma belasan dan tentu saja lebih banyak dari jumlah senior yang menjadi pengayomnya, yaitu cuma 28 orang. Tronton yang dipakai pun sampe 2 biji, bo!! Luar biasa kan?? Ada plus minusnya seh kalo banyak ato sedikit. Yang penting, nikmatin aja yang ada deh, hehe..
Acaranya banyak games dan aktivitas yang melibatkan kebersamaan dan tentu saja membentuk kekompakan. Nilai2 lainnya berupa satu komando, kesabaran, rela berkorban, dan semua judul bab yang ada di buku PPKn anak SD ada semua deh.. Ada juga petualangan seru gtu pake pos jaga, ada yang nyasar pula, bkin orang stres, 2 kelompok yang menorehkan sejarah penting Bashkom, hwakaka.. Tapi yang penting setiap pos ada pesan moralnya, kayak film Disney gtu dhe, hehe..
Hari terakhir ada Talent Show di mana kami semua melihat setiap talenta yang ada di Bashkom, yang lucu, talented, kepo, sampe yang aneh2 pun ada. Drama campur dance yang aneh2 juga ada. Pokoke aneh bin ajaib deh..
Pokoknya acaranya asik abis, harus ikut deh bagi yang mau menikmati suasana dingin di Cisadon. Gw yang aslinya cuma staf perlengkapan juga bisa menjadi kepo n terlihat seperti anak acara, hehehe.. See u in the next Bashkom's project n my next blog..
BASHKOM.... WE ARE ONE, GO!!!
Friday, September 19, 2008
IBII oh IBII, Apa Yang Terjadi???
Hari ini seluruh masyarakat IBII mendapat kabar yang kurang mengenakkan. Rumor yang selama ini dianggap sebagai black campaign atopun negative issue menjadi kenyataan. Akreditasi IBII untuk program studi Akuntansi dan Manajemen, well, yang selama ini selalu dianggap sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia untuk kategori swasta maupun negeri, turun dari A menjadi B.
Sebenarnya ini hal yang sungguh di luar dugaan, mengingat IBII selalu melakukan yang terbaik (apparently..) dalam segala aktivitasnya. Well, saya memang tidak tahu seluk beluk dari hal ini, apa saja kategori yang dinilai yang menentukan akreditasi suatu Perguruan Tinggi ataupun Institut oleh Badan Akreditasi Nasional. Apa boleh buat, Surat Keputusan itu sudah turun..
Namun, bagi beberapa mahasiswa, termasuk saya sendiri, sebenarnya akreditas itu tidak terlalu penting. Kriteria saya memilih IBII bukanlah dari akreditasi atau apanya, melainkan dari atmosfernya dan tentu saja, sosok Kwik Kian Gie sebagai sang pemilik IBII. Toh, sejujurnya, akreditas itu tidak menjamin apa-apa, dan saya tetap percaya pada IBII.
Kembali lagi pada sisi psikologis hampir semua orang kepada IBII, terutama mungkin bagi para mahasiswa yang dikenakan biaya yang relatif mahal, dan juga para calon siswa SMA yang akan memilih perguruan tinggi.
Well, tidak banyak yang dapat saya katakan saat ini, karena baru Rabu depan Pak Rektor sendiri yang akan membuka forum terbuka dan menjelaskan segala-galanya pada para mahasiswa. Hal ini tetaplah momok bagi semua stockholders IBII, walaupun secara pribadi saya lebih mengedepankan peluang kerja setelah lulus IBII, yang terbukti sangat menjanjikan, dan juga sistem pengajaran yang saya alami selama 2 tahun ini, dibanding hanya akreditasi semata. Toh katanya, BAN hanyalah salah satu metode akreditasi, disamping metode Sisdikti.
Bagaimana ini Pak Rektor?? Pak Kwik, apa tanggapan anda? Apa yang harus kami katakan kepada mereka yang justru jadi meragukan kualitas IBII?? Tunggu saja berita selanjutnya pekan depan. Don't miss it..!!
Sebenarnya ini hal yang sungguh di luar dugaan, mengingat IBII selalu melakukan yang terbaik (apparently..) dalam segala aktivitasnya. Well, saya memang tidak tahu seluk beluk dari hal ini, apa saja kategori yang dinilai yang menentukan akreditasi suatu Perguruan Tinggi ataupun Institut oleh Badan Akreditasi Nasional. Apa boleh buat, Surat Keputusan itu sudah turun..
Namun, bagi beberapa mahasiswa, termasuk saya sendiri, sebenarnya akreditas itu tidak terlalu penting. Kriteria saya memilih IBII bukanlah dari akreditasi atau apanya, melainkan dari atmosfernya dan tentu saja, sosok Kwik Kian Gie sebagai sang pemilik IBII. Toh, sejujurnya, akreditas itu tidak menjamin apa-apa, dan saya tetap percaya pada IBII.
Kembali lagi pada sisi psikologis hampir semua orang kepada IBII, terutama mungkin bagi para mahasiswa yang dikenakan biaya yang relatif mahal, dan juga para calon siswa SMA yang akan memilih perguruan tinggi.
Well, tidak banyak yang dapat saya katakan saat ini, karena baru Rabu depan Pak Rektor sendiri yang akan membuka forum terbuka dan menjelaskan segala-galanya pada para mahasiswa. Hal ini tetaplah momok bagi semua stockholders IBII, walaupun secara pribadi saya lebih mengedepankan peluang kerja setelah lulus IBII, yang terbukti sangat menjanjikan, dan juga sistem pengajaran yang saya alami selama 2 tahun ini, dibanding hanya akreditasi semata. Toh katanya, BAN hanyalah salah satu metode akreditasi, disamping metode Sisdikti.
Bagaimana ini Pak Rektor?? Pak Kwik, apa tanggapan anda? Apa yang harus kami katakan kepada mereka yang justru jadi meragukan kualitas IBII?? Tunggu saja berita selanjutnya pekan depan. Don't miss it..!!
Wednesday, September 17, 2008
The Combos Futsal Team
Sejak pertama kali masuk kampus IBII, uda ada niat dari gw untuk bikin tim futsal independen. Thu sekitar 2 tahun yang lalu. Gw bersama 2 teman se-SMA Bule n Daniel emang udah demen bola dari jaman dahulu kala. So, ketemulah manusia-manusia yang seangkatan dan sehobi, walopun beda-beda jurusan. Nama timnya pun tidak terdengar norak, khas pacinko, atau lainnya. Simple saja, The Combos.
Awalnya The Combos, yang di mana adalah kepanjangan dari Communication Boys hanya terdiri dari beberapa anak Ilmu Komunikasi saja, sebutlah Obre, Bond, Bule n daku sendiri. Kompetisi pertama khusus anak-anak baru gagal total dengan tidak ada kemenangan sama sekali. Setelah itulah akhirnya kita bergabung dengan tim Admin, ada Daniel, Riko, Roby, dan Palkon. Cabutan dari anak Menej ada Sukma dan Cipa. Terakhir ada Planeto alias Ronald, anak Ilkom yang sekarang ini statusnya bukan lagi anak IBII. Namanya tetap The Combos. Bukan ide-ide lain terutama dari Palkon, nama-nama aneh yang cinko abis, huahuahuahua.. Anggep aja jadi Competitive Boys.
Gw adalah kiper satu-satunya yang ada di Combos. Palang pintu terakhir yang siap menerima jeberan-jeberan maut pemain lawan. Kelemahan gw ada di mata minus. Kalo masalah reflek dan skill seh, yah boleh dah.. Pemain kesukaan gw adalah Iker Casillas. (memuji diri sendiri. Gpplah, blog gw ini..wkwkwkw)
Pemain bertahan ada Bond, Bule, Cipa, Roby, dan Sukma. Menurut gw yang paling meningan adalah Cipa, tapi keberaniannya memegang bola belum besar dan terlalu agresif dalam mengambil lawan. Mirip John Terry lah. Udah tau futsal, bukan sepak bola gede!! Bond bertubuh besar, body balance tertinggi di Combos. Lumayan dah buat melindungi gawang gw, hehe.. Dia kayak Jaap Stam dah gtu. Bule punya skill yang lumayan, tapi masih sering blunder di belakang. Sebenarnya dia bisa juga agak menyerang layaknya seorang gelandang bertahan seperti Xabi Alonso atau Andrea Pirlo. Pertama kali gw maen bareng Combos, sebenarnya Roby ini pemain yang menonjol. Sayang dia jarang maen dan statusnya jadi unhappy, kayak di game aja gtu, jadi gia secara tidak resmi akhirnya bergabung dengan tim lain.. Gattuso is gone. Sukma punya kecepatan, namun kadang tidak bisa mengontrol dribble-nya sendiri. Cocok jadi pemain sayap bertahan kayak Ashley Cole atau Fabio Cannavaro.
Pemain menyerang adalah sisanya. Menurut gw Planeto paling jago. Layaknya seorang playmaker buat Combos, dia bisa mengatur irama permainan tim. Sayang tubuhnya agak kecil jadi sulit berkembang kalo dijaga ketat ama pemain lawan. Menurut dia seh, dia sejago Kaka ato Ronaldikin, eh, Ronaldinho. Riko punya kecepatan luar biasa dalam mendribel bola dan punya skill yang cukup relatif berimbang dengan Planeto. Lagi-lagi tubuhnya tidak sebesar Bond. Permainannya mirip Robinho. Daniel adalah pemain serbabisa. Dia seperti Gerrard-nya Combos. Sebenarnya pemain bertahan, tapi yah karena uda kebanyakan, jadiin pemain menyerang aje dah.. Kapten sekaligus manajer Combos adalah si Obre. Sebenernya bisa juga ngegoreng bola, tapi gerakannya memang ga segesit Riko, ahaha. Cukup jangkung, makanya jadi Peter Crouch dhe.. Terakhir, adalah striker murni satu-satunya yang dimiliki oleh Combos. Palkon!! Body balance dapet, shot power n accuracy dapet, walo ga segesit Riko ato Planeto. Herannya sepanjang sejarah Combos dy haus gol sekali.. Haus banget lah, wong jarang nyetak, haha.. Ni opini gw doank, jgn ada yang marah ye..
Formasi terbaik Combos di futsal : SAMMY, DANIEL, CIPA, PLANETO, PALKON (KALO RIKO NYETELNYA AMA OBRE KAYANYA)
Kalo formasi sepakbolanya pake 4-2-3-1 (banyak gaya amat yah) : SAMMY, SUKMA, BOND, ROBBY, CIPA, DANIEL, BULE, RIKO, PLANETO, OBRE, PALKON.
Trus, Abramovich-nya sapa? Ada tuh si Ruben, bos besar dari Untar, ga tau bisa dateng darimana, wkwkwkw...
Statistik menyatakan, Combos belum pernah lolos dari fase awal. Selalu terjungkal di babak penyisihan grup. Tapi tenang aja, Combos tak pernah menyerah. Selalu ada harapan di setiap asa. Lagian cuma enjoy doank kok, ga ada niat lolos ke Piala Champions (glek, swt..).
Rencananya, setelah jeda sekian lama karena semua pemainnya sibuk dikontrak banyak iklan olahraga, maen di film sepakbola, jadi bintang tamu di acara Dorce Show, jumpa pers di rumah masing-masing, n gag tau lagi sibuk ngapain lagi, Jumat ini mau maen lagi dhe. Kapan lagi ada kompetisi interen IBII, pasti akan selalu ada nama Combos di sana.. GO COMBOS!!!
Awalnya The Combos, yang di mana adalah kepanjangan dari Communication Boys hanya terdiri dari beberapa anak Ilmu Komunikasi saja, sebutlah Obre, Bond, Bule n daku sendiri. Kompetisi pertama khusus anak-anak baru gagal total dengan tidak ada kemenangan sama sekali. Setelah itulah akhirnya kita bergabung dengan tim Admin, ada Daniel, Riko, Roby, dan Palkon. Cabutan dari anak Menej ada Sukma dan Cipa. Terakhir ada Planeto alias Ronald, anak Ilkom yang sekarang ini statusnya bukan lagi anak IBII. Namanya tetap The Combos. Bukan ide-ide lain terutama dari Palkon, nama-nama aneh yang cinko abis, huahuahuahua.. Anggep aja jadi Competitive Boys.
Gw adalah kiper satu-satunya yang ada di Combos. Palang pintu terakhir yang siap menerima jeberan-jeberan maut pemain lawan. Kelemahan gw ada di mata minus. Kalo masalah reflek dan skill seh, yah boleh dah.. Pemain kesukaan gw adalah Iker Casillas. (memuji diri sendiri. Gpplah, blog gw ini..wkwkwkw)
Pemain bertahan ada Bond, Bule, Cipa, Roby, dan Sukma. Menurut gw yang paling meningan adalah Cipa, tapi keberaniannya memegang bola belum besar dan terlalu agresif dalam mengambil lawan. Mirip John Terry lah. Udah tau futsal, bukan sepak bola gede!! Bond bertubuh besar, body balance tertinggi di Combos. Lumayan dah buat melindungi gawang gw, hehe.. Dia kayak Jaap Stam dah gtu. Bule punya skill yang lumayan, tapi masih sering blunder di belakang. Sebenarnya dia bisa juga agak menyerang layaknya seorang gelandang bertahan seperti Xabi Alonso atau Andrea Pirlo. Pertama kali gw maen bareng Combos, sebenarnya Roby ini pemain yang menonjol. Sayang dia jarang maen dan statusnya jadi unhappy, kayak di game aja gtu, jadi gia secara tidak resmi akhirnya bergabung dengan tim lain.. Gattuso is gone. Sukma punya kecepatan, namun kadang tidak bisa mengontrol dribble-nya sendiri. Cocok jadi pemain sayap bertahan kayak Ashley Cole atau Fabio Cannavaro.
Pemain menyerang adalah sisanya. Menurut gw Planeto paling jago. Layaknya seorang playmaker buat Combos, dia bisa mengatur irama permainan tim. Sayang tubuhnya agak kecil jadi sulit berkembang kalo dijaga ketat ama pemain lawan. Menurut dia seh, dia sejago Kaka ato Ronaldikin, eh, Ronaldinho. Riko punya kecepatan luar biasa dalam mendribel bola dan punya skill yang cukup relatif berimbang dengan Planeto. Lagi-lagi tubuhnya tidak sebesar Bond. Permainannya mirip Robinho. Daniel adalah pemain serbabisa. Dia seperti Gerrard-nya Combos. Sebenarnya pemain bertahan, tapi yah karena uda kebanyakan, jadiin pemain menyerang aje dah.. Kapten sekaligus manajer Combos adalah si Obre. Sebenernya bisa juga ngegoreng bola, tapi gerakannya memang ga segesit Riko, ahaha. Cukup jangkung, makanya jadi Peter Crouch dhe.. Terakhir, adalah striker murni satu-satunya yang dimiliki oleh Combos. Palkon!! Body balance dapet, shot power n accuracy dapet, walo ga segesit Riko ato Planeto. Herannya sepanjang sejarah Combos dy haus gol sekali.. Haus banget lah, wong jarang nyetak, haha.. Ni opini gw doank, jgn ada yang marah ye..
Formasi terbaik Combos di futsal : SAMMY, DANIEL, CIPA, PLANETO, PALKON (KALO RIKO NYETELNYA AMA OBRE KAYANYA)
Kalo formasi sepakbolanya pake 4-2-3-1 (banyak gaya amat yah) : SAMMY, SUKMA, BOND, ROBBY, CIPA, DANIEL, BULE, RIKO, PLANETO, OBRE, PALKON.
Trus, Abramovich-nya sapa? Ada tuh si Ruben, bos besar dari Untar, ga tau bisa dateng darimana, wkwkwkw...
Statistik menyatakan, Combos belum pernah lolos dari fase awal. Selalu terjungkal di babak penyisihan grup. Tapi tenang aja, Combos tak pernah menyerah. Selalu ada harapan di setiap asa. Lagian cuma enjoy doank kok, ga ada niat lolos ke Piala Champions (glek, swt..).
Rencananya, setelah jeda sekian lama karena semua pemainnya sibuk dikontrak banyak iklan olahraga, maen di film sepakbola, jadi bintang tamu di acara Dorce Show, jumpa pers di rumah masing-masing, n gag tau lagi sibuk ngapain lagi, Jumat ini mau maen lagi dhe. Kapan lagi ada kompetisi interen IBII, pasti akan selalu ada nama Combos di sana.. GO COMBOS!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)